Judul: Mengurai benang kusut jalan raya Kaban Jahe-Tiga Binanga : Sebuah Opini
Tanggal: 1 Februari 2010
Oleh: Jusupta Tarigan
Send via: Email
Berbicara mengenai jalan, orang akan langsung berpikir akan fungsinya. Fungsi sebuah jalan tidak hanya untuk menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya ataupun sekedar membuka keterisoliran satu daerah. Lebih dari itu, fungsi jalan sangat berperan penting dalam mendukung semua kegiatan masyarakat baik dilihat dari sisi budaya, ekonomi, sosial, ekologis serta lingkungan.
Dalam mewujudkan prasarana transportasi darat melalui jalan, harus terbentuk wujud jalan yang menyebabkan para pelaku perjalanan baik orang maupun barang, selamat sampai di tujuan, dan dalam mendukung kegiatan ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan, perjalanan harus dapat dilakukan secepat mungkin dengan biaya perjalanan yang adil sehingga dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat. Disamping itu, adalah hal yang ideal untuk pelaku perjalanan, selain dapat dilakukan dengan selamat, cepat dan murah, juga nyaman, sehingga perjalanan tidak melelahkan.
Namun, orang sering sekali mengabaikan aspek pemeliharaan sebuah jalan secara berkesinambungan agar berfungsi optimum sesuai dengan standarnya. Proses pembangunan sebuah jalan di Indonesia dibuat melalui pendekatan pengembangan wilayah agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah membentuk dan memperkokoh kesatuan nasional.
Seperti kondisi jalan lintas Kaban Jahe-Tigabinanga saat ini, sangat mustahil bisa menikmati kenyamana oleh para pengguna jalan yang melintasi rute tersebut (menghubungkan ibu kota Kabupaten) dengan beberapa kota kecamatan lainnya (Tigabinanga, Mardingding, Lau Baleng, Juhar dan Taneh Pinem). Jangankan dari sisi kenyamanan, keselamatan pengguna jalan tersebut juga sangat riskan melihat kondisi jalan saat ini. Truk terperosok, mobil pribadi yang tersangkut hingga pengguna sepeda motor yang terjatuh sudah merupakan pemandangan umum di sepanjang jalan menuju Tigabinanga.
Mengurai benang kusut perihal siapa yang bertanggunjawab akan pemeliharaan jalan Kaban Jahe-Tigabinanga bagaikan sebuah permainan “petak umpet”. Sebagai jalan negara (yang menghubungkan propinsi sumatera utara dan aceh) seyogianya urusan pemeliharaan menjadi tanggung jawab negara yang secara teknis dilimpahkan kepada dinas pekerjaan umum (PU) tingkat propinsi. Pemerintah Kabupaten Karo seharusnya juga tidak berpangku tangan melihat kondisi ini. Pihak pemerintah Kabupaten Karo seharusnya bersikap pro aktif dalam menyampaikan dan mendapatkan dana pemeliharaan kepada propinsi sehingga sepanjang tahun selalu ada dana yang tersedia untuk pemeliharaan jalan ini. Jangan hanya bisa melempar masalah dengan berkata: “ini kan jalan propinsi, seharusnya yang bertanggung jawab adalah pemerintah tingkat I”, memangnya Kabupaten Karo itu bukan bagian dari pemerintah sumatera utara??. Saya ragu, jangan-jangan dana pemeilharan jalan lintas Kaban Jahe-Tigabinanga tidak ada dalam anggaran di tingakt propinsi (kalau memang benar tidak ada) berarti pemerintah Kabupaten Karo yang tidak mengajukan!!.
Melihat kondisi jalan yang ada saat ini, sudah selayaknya masyarakat pengguna jalan tersebut melakukan tuntutan terhadap pemerintah Kabupaten Karo dan pemerintah propinsi sumatera utara agar kondisi jalan linta Kaban Jahe-Tigabinanga dapat segara diperbaiki. Tuntutan kita didasari oleh hakikat pembangunan jaringan jalan nasional yaitu untuk agar tercapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah dan memperkokoh kesatuan nasional.
Kedepannya jalan lintas Kaban Jahe-Tigabinanga haruslah disesuaikan dengan sifat, karakter dan klasifikasi dari jalan tersebut. Untuk memudahkan pemeliharaan jalan lintas Kaban Jahe-Tigabinanga harus dibangun satu aturan bagi pengguna jalan dengan memperhatikan dimensi dan beban kendaraan yang akan melaluinya. Bentuk dan dimensi optimum dari jalan inilah yang harus ditetapkan secara optimum untuk mewujudkan jalan yang aman dan terpelihara dengan baik sehingga menyebabkan perjalanan orang dan barang selamat sampai ke tujuan dengan mudah, cepat dan ekonomis.
Semoga benang kusut pemeliharaan jalan Kaban jahe-Tigabinanga segera diselesaikan.